Kementerian Perhubungan gelar Rapat Koordinasi Teknis (RAKORNIS) Bidang Perhubungan Darat Seluruh Indonesia di Hotel Royal Ambarukmo, Jalan Laksda Adisucipto No. 81, Yogyakarta, Selasa (14/10). Rakornis dihadiri oleh Dinas Perhubungan baik dari tingkat kabupaten, kota, dan propinsi seluruh Indonesia. Rakornis Perhubungan Darat berlangsung selama 3 hari, yaitu dari tanggal 14 – 16 Oktober.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah DI. Yogyakarta, Drs. Ichsanuri menyampaikan paparan tentang kondisi transportasi yang ada di yogyakarta, seperti terbatasnya pengembangan sarana dan prasarana karena wilayah yang tidak luas. Disampaikan pula kemacetan yang timbul merupakan problem yang sulit dicari solusinya. Hal ini tidak hanya terjadi Yogyakarta tetapi juga di kota – kota besar di Indonesia maupun di luar negeri.
Meskipun kemacetan di Kota Yogyakarta belum separah Jakarta, pertumbuhan kendaraan di Yogyakarta sudah melebihi daya tampung jalan raya, lokasi parkir, dan sarana transportasi pendukung lainnya. Sedikitnya terpantau 8.000 unit perbulan untuk motor, belum termasuk kendaraan lain.
Selain itu, pembangunan pusat perdangangan baru yang dipaksakan di wilayah padat lalu lintas ikut memberikan kontribusi bagi kemacetan di Yogyakarta. Pembangunan pusat perdagangan tidak memperhatikan jarak efisien. Badan jalan digunakan sebagai lokasi parkir menambah parahnya kemacetan, akibatnya ruang pengguna lalu lintas berkurang.
Selain kemacetan, Ichsanuri juga menyampaikan problem pencemaran udara di Yogyakarta yang sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Sektor transportasi merupakan kontributor utama bagi pencemaran udara di Yogyakarta.
Kemacetan di Yogyakarta juga dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara jaringan jalan lalu lintas dengan besarnya kendaraan yang ada, banyaknya mobilitas orang, barang, dan pariwisata, kurangnya disiplinnya pengemudi, menurunnya kondisi fisik angkutan, permasalahan tarif dan rute, manajemen lalu lintas yang kurang baik, ketidakterpaduan pengelolaan sistem transportasi, dan pengembangan kota yang tidak diikuti struktur yang serasi.
Pembukaan Rakornis ditandai dengan pemukulan gong oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso. Dalam sambutannya, Suroyo Alimoeso berharap agar rakornis jangan menjadi ajang silaturahmi saja akan tetapi untuk membuka apa yang menjadi permasalahan 5 tahun yang lalu, serta membahas usulan sasaran apa saja yang ingin dicapai untuk 2015 – 2019.
Lebih lanjut Suroyo Alimoeso juga mengharapkan agar setiap Dinas Perhubungan Propinsi, Kota, dan Kabupaten melengkapi database angkutan umum dan angkutan barang berplat kuning sebelum akhir bulan Oktober 2014 ini.